
Puluhan warga Kekhalifahan kaum muslimin / Khilafatul Muslimin hadiri acara dialog Kebangsaan dengan memakai seragam khas “Hijau Putih” nya, sebagai narasumber kali ini dari tiga tokoh penting, beliau adalah Dr. Solahhuddin Pengamat Terorisme, Mbah Zarkasih Ex. Amir Jamaah Islamiyah (JI) tahun 2004 dan Jubir Khilafatul Muslimin Ustadz Abu Salma pada Kamis, 14 Agustus 2014.
Dalam kesempatannya Dr. Solahuddin dan juga Mbah Zarkasih menyampaikan bahwa aksi terorisme kebanyakan di dalangi dari muara yang satu yaitu brand cikal bakal dari NII (Negara Islam Indonesia) yang berevolusi menjadi JI, JAD dan lain sebagainya yang secara masif menjadikan pemerintahan NKRI sebagai Thogut atau musuhnya. Masih menurut mereka bahwa rata-rata tujuan mereka sama yakni sampai tegaknya Daulah Islam dan Khilafah.
Di tambah ada ormas yang sudah di larang di negri ini yang juga lantang menyuarakan Khilafah dan mendevinisikan Khilafah adalah sebuah negara dan kekuasaan sehingga aksi penegakkan Khilafah adalah sebuah tindakan makar.
Wajar kalau pemerintah akhirnya mengambil kesimpulan bahwa siapa saja yang menyuarakan Khilafah akan berpotensi menjadi teroris, radikalis dan tindakan makar terhadap negara kata Jubir Khilafatul Muslimin, Ustadz Abu Salma.
Kali ini Ustadz yang juga pernah study banding bersama pmerintah ke Turki, menyampaikan pemahaman Khilafah dengan diksi yang berbeda yang sedang di usung oleh Khilafatul Muslimin. Beliau menyampaikan bahwa Khilafah adalah sebuah “KETETAPAN” Allah bukan pilihan, lgalitas dan namanya sudah termaktub di dalam Qur’an dan hadits, sehingga menjalankannya adalah sebuah keyakinan dan bernilai ibadah.
Beliau menyampaikan dan mengisahkan, sejak di maklumatkan kembali oleh Syeikh Abdul Qadir Hasan Baraja’ (seorang ulama yang sudah menyampaikan kesalahannya di masa lalu) tahun 1997 bahwa, Khilafatul Muslimin adalah jama’ah yang mengajak ummat Islam bersatu sesuai contoh Nabi dan para Sahabat, dengan misi yang Rahmatan lil ‘alamin dan terbukti sejak dimaklumatkan nya hingga hari ini Khilafatul Muslimin jauh dari aksi-aksi radikal, intoleran, demo terhadap pemerintah dan bahkan aksi brutal terorisme dan hal ini di akui oleh para tokoh yang hadir dalam dialog kali ini, Dr. Solahudin pun mengatakan Khilafatul Muslimin luput dari pengamatan beliau kaena tidak ada datanya.
Masih menurutnya bahwa, Khilafah yang kita usung adalah khilafah ala minhaajin nubuwah, Khilafah yang mengikuti metode kenabian, kalau kita bercermin kepada perjuangan 5 nabi Ulul Ajmi sebagai contoh nabi Isa ummat nya ada 12 orang apa bisa di katakan berkuasa, dan dari kelima nabi yang mendapat kekuasaan secara sempurna hanya nabi Muhammad Shallalahu alaihi wasalam. Nah sekarang kita Khilafah ala minhajiin nubuwah di paksa harus berkuasa, apa kita lebih hebat dari Nabi ? kan tidak rasional”, kalau ada dalil harus punya kekuasaan seberapa meter persegi wilayahnya, berapa orang yang menjadi ahlul haali wal aqdinya, maka ketika hal itu tidak ada di dalam dalil maka batal semua yang di syaratkan terkait Khilafah selama ini yang wajib punya kekuasaan sehingga membuat rancu mana Khilafah.
Dalam slide show nya beliau menyampaikan statment Khalifah syeikh Abdul Qadir Hasan Baraja’ jauh sebelum di tangkap berupa video yang mengatakan bahwa, “Pancasila adalah sebuah kesepakatan bersama, dan satu-satunya negri yang memiliki semacam “Piagam Madinah” ini hanya Indonesia, dan ini harus kita hormati jadi siapa yang melanggar Pancasila berdosa” dalam video yang di putar di ruangan diskusi.
Terkait pertanyaan dari kemenag terkait legalitas dan terdaftar Jubir Khilafatul Muslimin menyampaikan bahwa Khilafah adalah sebuah perintah bersatu dari Allah sebagaimana ibadah sholat berjamaah, puasa, haji, merayakan hari besar secara bersama sehingga dalam mengamalkannya tidak perlu di daftarkan legallitas nya ke pemerintah, karena hal ini secara otomatis sudah di akui dalam koridor beramal. Sedangkan bersama Kesbangpol beliau mengatakan siap road show ke semua daerah dalam memahami makna Khilafah agar masyarakat faham yang sebenarnya. Terakhir Ustadz Abu Salma selaku Amir Wilayah Khilafatul Muslimin Jabodetabek dan Banten ini menyampaikan bahwa, empat pilar negara Indonesia yakni : Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhineka Tunnggal Ika adalah kesepakatan para Faunding Father negri ini yang harus kita hormati, bahwa KHILAFAH dan KEBANGSAAN bisa berjalan bersama sebagaimana toleransi yang di contohkan antara Nabi Muhammad dan pamanya Abu Thalib, dan Khilafah adalah sebuah bentuk ummat Islam beribadah yang wajib di lindungi oleh negara sesuai pasal UUD 45 pasal 29 ayat 1 dan 2 bahwa “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.” (Dilaporkan Thebe, Media Anak Negri).








Solid analysis! Understanding variance is HUGE in tournaments. Seeing platforms like otsobet com focus on data & transparency is a good sign – helps players make informed decisions, especially with those quick deposit options!