Khilafatul Muslimin, Silaturahim ke berbagai Instansi Pemerintah, ajak diskusi tentang Bangsa Indonesia

oleh

Jakarta, 4 Juni 2026. [Media Anak Negeri]

Khilafatul Muslimin, melalui tim Dakwah dan Syiar dibawah Wazir Muwasholatul ijtimaiyyah (Humas) Pusat, mengirimkan surat permohonan Audiensi dan Silaturahim ke beberapa Instansi Pemerintah. Paling tidak ada 6 (enam) Instansi Pemerintah dan non Pemerintah yang didatangi oleh perwakilan Khilafatul Muslimin hari ini Kamis, 4 Juni 2026.

“Ya benar, kami hari ini bersilaturahim ke Ka-BAIS TNI, Kabaintelkam Polri, MUI, Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Kemenko PolKam, serta Kemenko Hukum HAM dan Imipas”. jawab Abu Salma selaku Humas Tim Syiar dan Dakwah saat dikonfirmasi Media Anak Negeri.

“Alhamdulillah respon mereka bagus. Jadi memang kami sampaikan bahwa Khilafatul Muslimin secara Lembaga berniat untuk Silaturahim atau Bahasa formal-nya Audensi, untuk menjelaskan berbagai hal yang saya rasa belum sepenuhnya clear, terkait dengan apa dan bagaimana Khilafatul Muslimin. Kami juga ingin berdiskusi dengan lembaga-lembaga tersebut, terkait dengan masa depan Indonesia, serta bagaimana mencari solusi atas banyak problematika bangsa Indonesia”. terang Abu Salma lebih lanjut.

Dihubungi secara terpisah, Wazir Muwasholatul ijtimaiyyah (Humas) Pusat Khilafatul Muslimin Ustadz Wuri Handoyo membenarkan Program Kunjungan Silaturahim yng dilakukan Khilafatul Muslimin, “Sampai hari ini, opini bahwa Khilafatul Muslimin anti Pancasila, dan akan berbuat makar atau merebut negara, masih belum sepenuhnya hilang. Maka kami merasa perlu untuk memberikan penjelasan terkait dengan persoalan ini. Salah satu upaya kita adalah dengan Silaturahim (Audiensi) ini”.

‎Dalam surat yang dilayangkan ke Kemenko Hukum, HAM dan Imipas Republik Indonesia, salah satu point yang ingin didiskusikan Khilafatul Muslimin bersama Bapak Menko Prof Dr Yusril Ihza Mahendra, S.H M.Sc  adalah tentang Jaminan perlindungan hak-hak konstitusional warga negara, termasuk hak para ulama, tokoh agama dan aktivis Islam dalam berserikat dan mengekspresikan pendapat-nya di muka umum. Sebab masih menurut Ustadz Wuri Handoyo, “Kami para anggota, jama’ah Khilafatul Muslimin ini tanpa minta kepada Allah, kami lahir, tumbuh besar dan hidup di negeri Indonesia. maka kami adalah bagian dari Indonesia secara keseluruhan. Maka justru gagasan kami tentang Islam dan Indonesia adalah bentuk perhatian dan kepedulian kami terhadap bangsa ini. Untuk itulah, kami merasa perlu untuk duduk bareng, diskusi dengan santun dan penuh kekeluargaan”.

‎”Akhirnya, semoga apa-apa kebaikan yang sudah kita niatkan bisa berjalan dengan baik dan mendapatkan keridhoan Allah SWT, serta ketetapan Allah setelah ini, semuanya menggembirakan hati orang yang beriman”. tutup Abu Salma, Humas Tim Syiar dan Dakwah Khilafatul Muslimin. [Frm]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *