MEDAN — Kantor Kepolisian Sektor Pelabuhan Belawan Sumatra Utara, menerima silaturahim dan audiensi dari perwakilan Khilafatul Muslimin di ruang kerja Kantor Kapolsek Pelabuhan Belawan Medan Provinsi Sumatra Utara, Jalan Serma Hanafiah Belawan 20411, Rabu (2/9/2026) pukul 10.00 WIB.
Pertemuan tersebut disambut langsung oleh Kepala Sektor (Kapolsek) Bapak AKP Banor Limbong, S.H., dan Bapak Muhammad Ali Sofyan Hasibuan sebagai Kanit Intel Polsek Belawan. Delegasi Khilafatul Muslimin di pimpin langsung oleh Ustadz Abu Usamah sebagai Pengurus Tarbiayah Wataklim Khilafatul Muslimin Medan membuka dan memperkenalkan diri satu persatu kepada Kapolsek dan Kanit Intel, hadir Yahya Habibullah, Suhartono sebagai para pengurus Khilafatul Muslimim Medan Langkat dan juga utusan Pusat Khilafatul Muslimin Abu Salma sebagai Jubir dan Ustadz Syamsudin.
Dengan kehadiran pihak Delegasi menyampaikan ucapan mohon maaf mungkin selama ini kurang silaturrahim dan kurang komunikasi serta ngopi bareng sehingga banyak dugaan negatif terhadap Khilafatul Muslimin. Ucapan terima kasih kepada Kapolsek dan Kanit Intelkam atas sambutan nya yang di terima dengan baik serta respons cepat terhadap surat permohonan audiensi yang dilayangkan sepekan sebelumnya.

Juru bicara Abu Salma juga menjelaskan maksud kedatangannya untuk mempererat koordinasi dan komunikasi yang aktif dan kontinyu sekaligus meluruskan berbagai persepsi agar tidak terjadi kesalah pahaman di tengah masyarakat terkait eksistensi Khilafatul Muslimin.
“Khilafatul Muslimin memahami bahwa Khilafah bukanlah persoalan perebutan kekuasaan, berniat makar, ataupun berupaya mendirikan negara dalam negara tapi ini bagian ketetapan Allah sebagai mana QS 2:30 dan QS 35:39 bahwa ini bagian syari’at Islam, Khilafah yang kami yakini ini sebagai bentuk ibadah untuk melaksanakan perintah bersatu serta menjauhi larangan berpecah belah dalam menegakkan agama (iqomatuddin QS 42:13),” ujar Ust Syam.
Menanggapi pemaparan tersebut, Kapolsek memberikan respon positif dan sambutan hangat. Ia menilai penjelasan yang disampaikan memberikan pencerahan terkait organisasi tersebut termasuk apa yang di tanyakan soal AD/ART Khilafatul Muslimin yg di jawab oleh Jubir bahwa AD/ART nya Alquran dan Hadits Nabi.
“Setelah saya mendengarkan dengan seksama, maka Khilafatul Muslimin ini tidak ada yang bertentangan dengan nilai-nilai agama,” ungkap Kanit Intel. Bahkan, ia secara langsung menyampaikan akan membuat giat bersama untuk menciptakan kamtibmas dan keharmonisan antar ummat beragama serta menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan agar terwujud sesuai dengan butir-butir pancasila.

Kapolsek juga akan menyampaikan ke masyarakat “Apabila ada suara-suara negatif tentang Khilafatul Muslimin di masyarakat, tolong sampaikan bahwa perwakilan Khilafatul Muslimin sudah bersilaturahim dan berkoordinasi serta komunikasi dengan kami Polsek Pelabuhan Belawan ini,”tambahnya.
Dialog yang berlangsung selama kurang lebih satu jam tersebut berjalan dalam suasana penuh kehangatan, kekeluargaan, dan kebersamaan. Obrolan santai dan candaan terdengar untuk meramaikan suasana serta dengan beberapa informasi dari Jubir bahwa kegiatan Khilafatul Muslimin ada pekanan yaitu ta’lim, musyawarah bulanan dan ada tahunan yaitu jalan sehat muharrom dan beberapa kegiatan lainya, harapanya pihak kepoliaian sewaktu waktu bisa hadir menyaksikan langsung agar lebih dekat lagi, pungkas Abu Salma.
Sementara itu, salah satu anggota delegasi, Ustadz Syamsudin, menegaskan bahwa audiensi ini menjadi bukti nyata komitmen organisasi dalam membangun komunikasi yang terbuka dengan pemerintah.”Audiensi dan silaturahim ini adalah bukti bahwa Khilafatul Muslimin bersifat terbuka, tidak inklusif, serta siap untuk bekerja sama, berkolaborasi, dan bersinergi dengan berbagai elemen bangsa. Bahkan, keanggotaan Khilafatul Muslimin juga terbuka bagi muslim maupun non muslim yang mendambakan keadilan dan kesejahteraan umat,” tegas Ustadz Syam (Oleh Abu S)







