MEDAN — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara menerima kunjungan silaturahim dan audiensi dari perwakilan Khilafatul Muslimin di ruang kerja Kantor Wilayah Kemenag Provsu, Jalan Gatot Subroto No. 261, Medan Sunggal, Rabu (2/9/2026) pukul 10.00 WIB.
Pertemuan tersebut disambut langsung oleh Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Drs. H. Syafrizal Bancin, M.M., yang mewakili Kepala Kanwil Kemenag Provsu H. Ahmad Qosbi, S.Ag., M.M., karena berhalangan hadir akibat agenda tugas kedinasan lainnya.

Delegasi Khilafatul Muslimin dipimpin langsung oleh Amir Wilayah Khilafatul Muslimin Medan Lintas Sumatera, Ustadz Ramadhani Nasution. Dalam kesempatan itu, pihak delegasi menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas respons cepat Kanwil Kemenag Provsu terhadap surat permohonan audiensi yang dilayangkan sepekan sebelumnya.
Sementara itu, Juru bicara delegasi yang juga merupakan Humas Pusat Khilafatul Muslimin, H. Zulmar, S.Pd.I., menjelaskan maksud kedatangan mereka untuk mempererat koordinasi sekaligus meluruskan berbagai persepsi agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat terkait eksistensi Khilafatul Muslimin.
“Khilafatul Muslimin memahami bahwa Khilafah adalah ibadah untuk melaksanakan perintah bersatu serta menjauhi larangan berpecah belah dalam menegakkan agama (iqomatuddin), bukan untuk merebut kekuasaan, membuat makar atau juga mendirikan negara dalam negara” ujar Zulmar.

Menanggapi pemaparan tersebut, Drs. H. Syafrizal Bancin, M.M., memberikan respon positif dan sambutan hangat. Ia menilai penjelasan yang disampaikan memberikan pencerahan terkait organisasi tersebut. “Setelah saya mendengarkan dengan seksama, maka Khilafatul Muslimin ini tidak ada yang bertentangan dengan nilai-nilai agama,” ungkap Syafrizal.
Bahkan, ia secara langsung berpesan kepada para stafnya di lingkungan Kanwil Kemenag Provsu agar dapat mendudukkan persoalan dengan baik di tengah masyarakat.“Apabila ada suara-suara negatif tentang Khilafatul Muslimin di masyarakat, tolong sampaikan bahwa perwakilan Khilafatul Muslimin sudah bersilaturahim dan berkoordinasi dengan kami di Kanwil Kementerian Agama Provinsi ini,” tambahnya.
Dialog yang berlangsung selama kurang lebih satu jam tersebut berjalan dalam suasana penuh kehangatan, kekeluargaan, dan kebersamaan. Obrolan santai dan ringan seputar sejarah penyebaran Islam pertama di Indonesia juga tentang Khilafatul Muslimin, sampai juga penjelasan tentang point-point baiat menjadi anggota Khilafatul Muslimin yang di sampaikan oleh KH. Supriono, Pimpinan Pondok Pesantren Ukhuwah Islamiyyah yang dikelola oleh Khilafatul Muslimin.

Sementara itu, salah satu anggota delegasi, Ustadz Wuri Handoyo, menegaskan bahwa audiensi ini menjadi bukti nyata komitmen organisasinya dalam membangun komunikasi yang terbuka dengan pemerintah.”Audiensi dan silaturahim ini adalah bukti bahwa Khilafatul Muslimin bersifat terbuka, tidak inklusif, serta siap untuk bekerja sama, berkolaborasi, dan bersinergi dengan berbagai elemen bangsa. Bahkan, keanggotaan Khilafatul Muslimin juga terbuka bagi muslim maupun non muslim yang mendambakan keadilan dan kesejahteraan umat,” tegas Wuri Handoyo menutup pertemuan.







