SUMBAWA BARAT — Jajaran pengurus Wilayah Khilafatul Muslimin Sumbawa Barat kembali menyambangi Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) serta Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) KSB, Rabu (26/8).
Kunjungan audiensi ini dilakukan untuk menyerahkan surat resmi berupa makalah dengan judul “Khilafatul Muslimin tidak seperti yang diduga, sebuah Penjelasan dan Seruan Umum” kepada unsur pemerintah daerah dan legislatif.
Dalam lawatan kali ini, rombongan pengurus yang hadir dipimpin langsung oleh Amir Wilayah Khilafatul Muslimin Sumbawa Barat, Ust. Syahrin Abdul Hamid, didampingi Sekretaris Ust. Arif Zubaidin, unsur Bidang Pendidikan Ust. Faisal Taher, Bendahara Khairul Falah, serta Staf Bidang Penyiaran dan Publikasi, Ahmad MS.

Saat diterima di Kantor Bakesbangpol KSB, Kepala Bakesbangpol KSB, Syaifullah, S.IP., memaparkan peran strategis lembaganya dalam menjaga stabilitas daerah, mengantisipasi potensi konflik sosial, memperkuat wawasan kebangsaan, serta memfasilitasi komunikasi yang harmonis antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan.
Menanggapi hal tersebut, Amir Wilayah Khilafatul Muslimin, Ust. Syahrin Abdul Hamid, menjelaskan bahwa fokus organisasi lembaganya adalah melakukan pembinaan umat dalam menjalankan ibadah kepada Allah SWT serta mentaati nilai-nilai keagamaan.
Pertemuan tersebut turut membahas dinamika hubungan kebangsaan, termasuk posisi ideologi negara seperti Pancasila dan UUD 1945 dalam pandangan organisasi. Syaifullah menilai penjelasan yang disampaikan rombongan cukup terbuka untuk dipahami bersama.
”Penjelasan dari teman-teman Khilafatul Muslimin cukup gamblang dan dapat dipahami maksud serta tujuannya,” ujar Syaifullah. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kondisi daerah. “KSB saat ini menjadi satu-satunya daerah di NTB yang zero konflik horizontal, maka situasi ini harus dijaga bersama,” lanjutnya, yang disambut kesepakatan oleh pihak rombongan.
Pada kesempatan yang sama, perwakilan Bidang Penyiaran dan Publikasi Khilafatul Muslimin, Ahmad MS, menegaskan komitmen lembaganya untuk bersikap inklusif di tengah masyarakat yang heterogen dan beragam dalam pemahaman keagamaan. Ia menyebutkan bahwa warga Khilafatul Muslimin diarahkan untuk bersama-sama memakmurkan masjid-masjid yang telah ada di tengah masyarakat tanpa harus mendirikan tempat ibadah eksklusif tersendiri. Misi utama organisasi diklaim berorientasi pada penyebaran nilai-nilai rahmat Islam tanpa mempertajam perbedaan di masyarakat.

Usai dari Bakesbangpol, agenda rombongan dilanjutkan dengan menyambangi Gedung DPRD KSB selepas Shalat Dzuhur. Rombongan diterima secara langsung oleh Wakil Ketua I DPRD KSB, Badaruddin Duri, S.Psi., di ruang kerjanya.Dalam pertemuan tersebut, pimpinan DPRD KSB menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan iktikad baik yang ditunjukkan, serta berkomitmen untuk mempelajari substansi surat yang disampaikan guna dikoordinasikan lebih lanjut dengan jajaran pimpinan dan fraksi. Badaruddin juga berpesan agar elemen masyarakat, termasuk lembaga keagamaan dan pondok pesantren di KSB, turut mengambil peran aktif dalam mengawal penanganan persoalan sosial serta degradasi moral generasi muda. Diskusi kemudian ditutup dengan dialog konstruktif mengenai berbagai persoalan kemasyarakatan sebelum rombongan pamit undur diri. (AMS)







